This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 27 Februari 2015

Assalamu`alaikum wr.wb.

Assalamu`alaikum wr.wb.



  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ   الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ   الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ   مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ   إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ   اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ   صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ
[سورة الفاتحة]



“Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua sesat,kecuali orang yang telah Aku beri petunjuk, maka mintalah kalian petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian petunjuk”

“Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua lapar,kecuali orang yang telah Aku beri makan, maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian makan”

“Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua telanjang,kecuali orang yang telah Aku beri pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian pakaian”

“Wahai hamba-hamba-Ku, sungguh kalian berbuat dosa pada waktu makam dan siang dan Aku adalah Dzat yang mengampuni segala dosa, maka mintalah ampunan kepada-Ku, niscaya Aku ampuni dosa kalian ”

“Wahai hamba-hamba-Ku, sungguh sekali-kali kalian tidak akan mampu melakukan kemadharatan yang dapat menimbulkan kemadharatan kepada-Ku. Sekali-kali kalian juga tidak akan mampu melakukan kemanfaatan yang dapat memberi manfaat kepada-Ku”.


“Wahai hamba-hamba-Ku, jikalau kalian yang terdahulu dan yang terakhir dari manusia dan jin semuanya memiliki (hati sebagaimana) hati orang yang paling taqwa, maka hal itu tidak akan menambah (keagungan) sedikit pun di dalam kerajaan-Ku”

“Wahai hamba-hamba-Ku, jikalau kalian yang terdahulu dan yang terakhir dari manusia dan jin semuanya memiliki (hati sebagaimana) hati orang yang paling durhaka, maka hal itu tidak akan mengurangi (kemulian) sedikit pun di dalam kerajaan-Ku”

“Wahai hamba-hamba-Ku, jikalau kalian yang terdahulu dan yang terakhir dari manusia dan jin semuanya berada di suatu lapangan, kemudian meraka meminta kepada-Ku, lalu aku memberi kepada setiap orang sesuai dengan permintaannya, maka hal itu tidak akan mengurangi (sedikit pun) kekayaan yang ada pada-Ku, kecuali seperti halnya air yang menempel pada sebuah jarum ketika jarum tersebut dimasukkan kedalam lautan.”

“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya amal kalian itulah yang akan Aku hisab, kemudian Aku memberi balasannya secaraa sempurna. Maka barang siapa menemukan balasan yang baik, hendaknya dia memuji Allah: dan barang siapa menemukan balasan yng buruk, maka janganlah sekali-kali mencela, kecualli terhadap dirinya sendiri.”


Kita sebagai umat-NYA tiada daya dan upaya melainkan dari Allah swt, marilah sahabat-sahabat semua kita selalu berusaha meningkan iman dan taqwa kepada-Nya. Sehingga nantinya kita bisa berkumpul di Jannah-Nya nanti, Amien..ya Rabbal alamien.........


Wassalamu`alaikum wr.wb.

[alagso]

Senin, 03 Februari 2014

Static Routing dengan 2 Router

Static Routing dengan 2 Router

1.       Buat topologi, pada router tambahkan modul serial WIC-2T


2.       Konfigurasi  IP address, subnet mask dan gateway di setiap PC

3.       Konfigurasi Router1 (UNS)
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#ip address 10.10.10.254 255.0.0.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit

Router(config)#interface serial0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit

Router(config)#ip route 172.20.0.0 255.255.0.0 192.168.10.2
Router(config)#exit

Router#write memory                            = menyimpan keseluruhan konfigurasi
Router#show controllers serial0/0          = menampilkan informasi clock rate
Router#show ip route                            = menampilkan informasi table routing/static routing

4.       Konfugurasi Router2 (UGM)
Router>en
Router#configure terminal
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#ip address 172.20.10.254 255.255.0.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#

Router(config)#interface serial0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.10.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit

Router(config)#ip route 10.0.0.0 255.0.0.0 192.168.10.1
Router(config)#exit

Router#write memory
Router#show controllers serial0/0
Router#show ip route

5.       Test antar pc (PC di UNS dengan PC di UGM) dengan utilitas ping


comand statis routing :

Router(config)#ip route [network_tujuan_ yang_tidak_terhubung_langsung] [subnet mask pada network tujuan] [gateway/next_hop_address or exit_interfaces]

 





 Static Routing dengan 2 Router

1.       Buat topologi, pada router tambahkan modul serial WIC-2T



2.       Konfigurasi  IP Address di setiap PC

3.       Konfigurasi Router A
         --- System Configuration Dialog ---
Continue with configuration dialog? [yes/no]: no
Press RETURN to get started!
Router>en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit

Router(config)#int se0/0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.20.10 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit

Router(config)#ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 192.168.20.20
Router(config)#exit

Router#write memory                             = menyimpan keseluruhan konfigurasi
Router#show controllers serial0/0/0      = menampilkan informasi clock rate
Router#show ip route                             = menampilkan informasi table routing/static routing

4.       Konfugurasi Router B
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface fastethernet0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.30.254 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit

Router(config)#int serial0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.20.20 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 72000
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit

Router(config)#ip route 192.168.10.0 255.255.255.0 192.168.20.10
Router(config)#exit

Router#wr                                       = untuk menyimpan konfigurasi
Router#show controllers serial0/0    = melihat informasi clock rate di serial 0/0
Router#show ip route                      = melihat informasi tabel routing

5.       Test antar PC A dengan PC B dengan utilitas ping


comand statis routing :

Router(config)#ip route [network_tujuan_ yang_tidak_terhubung_langsung] [subnet mask pada network tujuan] [gateway/next_hop_address or exit_interfaces]




  LATIHAN
















Kamis, 30 Januari 2014

Mode Access Point


Mengenal Konsep Kerja
Radio Wireless Mode
 
Hai all… kini saatnya kita mengenal berbagai Mode Wireless Access Point.  Jika kemarin kita hanya kenal sebagai Mode AP saja maka sekarang kita harus mengenal model lain, diantaranya :  AP Client, AP Client Bridge, AP Repeater, AP Repeater Bridge dan WDS. Tidak semua AP mendukung mode-mode tersebut oleh karena itu ketika kita ingin membeli wireless AP harus dipertimbangkan kebutuhan secara menyeluruh.

1.     Mode : AP
Mode AP merupakan mode yang pasti digunakan pada mode jaringan wireless apapun.  AP berperan sebagai central node dan penguat signal pada jaringan wireless.




2.     Mode : AP Client 
Mode AP Client merupakan mode AP yang dijadikan client dari AP utama.  Jadi AP utama akan memiliki hubungan dengan AP client secara langsung, karena perannnya sebagai AP Client maka tidak ada host yang bisa melakukan koneksi langsung ke AP client sehingga hanya port-port LAN saja yang bisa bekerja. Model AP ini biasa diterapkan jika ingin menghubungkan AP untuk beberapa lantai, misalnya : Rumah Sakit, Kantor, dan lain sebagainya. Mode AP Client, digambarkan seperti berikut ini :


3.     Mode : AP Client Bridge
Mode AP Client Bridge mirip sekali dengan mode AP Client.   Perbedaannya jika pada AP client host tidak bisa koneksi secara  wireless ke AP Client, sedangkan jika kita mendirikan sebagai AP Client Bridge maka host-host bisa koneksi langsung secara wireless ke AP Client Bridge. Mode AP Client Bridge, digambarkan seperti berikut ini :



4.     Mode : AP Repeater
Mode AP Repeater berperan sebagai penguat signal wireless.  Jika kita ingin mendirkan jaringan wireless yang letaknya terlalu jauh (diluar jangkauan power) maka kita harus mendirikan AP Repeater, dengan tujuan agar signal wireless tetap stabil sehingga troughput yang dihasilkan sesuai dengan harapan yaitu baik dan stabil juga. AP Repeater hanya berperan sebagai penguat sehingga tidak bisa dikoneksikan oleh host secara langsung. Mode AP Repeater, digambarkan seperti berikut ini :

5.     Mode : AP Repeater Bridge
Mode AP Repeater Bridge berfungsi seperti AP Repeater yang  berperan sebagai penguat signal wireless.  Perbedaannya jika kita mendirikan mode AP Repeater Bridge maka host bisa langsung melakukan koneksi ke AP Repeater Bridge secara wireless. Mode AP Repeater Bridge, digambarkan seperti berikut ini :

6.     Mode : AP WDS (Wireless Distribution System)
Mode AP WDS merupakan mode AP tersebar,  Kedua Radio RF berperan AP WDS. Keuntungan menggunakan model ini  adalah host bisa langsung koneksi secara wireless ke AP manapun pada area yang luas. Mode AP WDS, digambarkan seperti berikut ini :
   Nah, akhirnya kita kenal juga sama berbagai mode wireless AP.   Jadi jika kita ingin mendirikan jaringan wireless tentukan dulu mode yang akan diterapkan.